Setiap pertemuan yang terjadi bagi pegiat TBM selalu menjadi peristiwa yang bermakna. Biasanya kita hanya berkomunikasi melalui media sosial. Maka, ketika akhirnya bertemu secara langsung, selalu ada suasana yang berbeda. Ada kehangatan, cerita, tawa, dan semangat yang terasa lebih nyata.
Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Ujung Gading, Pasaman Barat, menjadi salah satu perjumpaan yang penuh makna. Pertemuan tersebut berlangsung dalam Workshop Pembinaan Komunitas Literasi yang diselenggarakan oleh Pondok Baca TBM Olalaa, sebagai salah satu rangkaian kegiatan Bantuan Pemerintah Komunitas Literasi (Banpem Komlit) Tahun 2026 dari Badan Bahasa, Kemendikdasmen.
TBM Olalaa merupakan salah satu komunitas literasi penerima Banpem Komlit 2026 yang juga menjadi bagian dari keluarga besar Forum TBM. Melalui kegiatan ini, ruang belajar tidak hanya dihadirkan dalam bentuk materi dan diskusi, tetapi juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, menguatkan jejaring, dan menumbuhkan kembali energi untuk terus menghidupkan gerakan literasi di tengah masyarakat.

Sebanyak 60 peserta dari 20 komunitas literasi turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Kehadiran Ketua Forum TBM Sumbar, Hasan Achari Harahap, sebagai narasumber turut memberikan warna dan semangat dalam pertemuan tersebut.
Materi yang dibahas adalah tentang bagaimana menciptakan TBM yang inovatif dan kreatif melalui pemetaan berbagai persoalan yang ada di sekitar TBM. Sebab, menjadi inovatif tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Terkadang, inovasi justru lahir dari keberanian untuk melihat lebih dekat persoalan yang ada di sekitar, kemudian mencari cara kreatif untuk menjawabnya.
Sebab bagi pegiat TBM, bertemu bukan sekadar bertemu.
Ada gagasan yang dipertukarkan, pengalaman yang dibagikan, persoalan yang dibicarakan, dan semangat yang kemudian dibawa pulang untuk kembali menghidupkan TBM masing-masing.
Dari Ujung Gading, Pasaman Barat, kita belajar kembali bahwa gerakan literasi akan terus tumbuh ketika kita mau bertemu, berbagi, dan bergerak bersama.
Dan mungkin, itulah “oleh-oleh” terbaik dari setiap perjumpaan, bukan sesuatu yang dibungkus untuk dibawa pulang, tetapi semangat yang membuat kita kembali ingin bergerak.
#membacabersamabergerakuntuksemua

