TBM Olalaa Kenalkan Kuliner Khas Pesisir Pasaman Barat dalam Workshop Pembinaan Komunitas Literasi

Pasaman Barat, 30 Agustus 2026 — Literasi tidak selalu tentang buku dan aktivitas membaca. Bagi TBM Pondok Buku Olalaa, literasi juga menjadi ruang untuk mengenalkan budaya, tradisi, dan kekayaan lokal kepada masyarakat luas.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Workshop Pembinaan Komunitas Literasi yang ditaja oleh TBM Olalaa di Pendopo Yayasan Al-Mukhlisin, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Pasaman Barat, Sabtu (29/8/2026).

Di sela kegiatan, Ketua Forum TBM Sumatera Barat, Hasan Achari Harahap, yang hadir sebagai narasumber, berkesempatan mencicipi salah satu kuliner khas masyarakat pesisir Pasaman Barat, yakni gulai ikan hiu khas Air Bangis.

Ketua Forum TBM Sumbar menikmati makan siang dengan Gulai Ikan Hiu

Kuliner tersebut sengaja diperkenalkan sebagai bagian dari upaya TBM Olalaa mengangkat potensi budaya lokal dalam setiap ruang perjumpaan yang dibangun bersama para pegiat literasi.

Founder TBM Olalaa, Sumira Putri, mengatakan bahwa literasi memiliki makna yang luas. Menurutnya, mengenal lingkungan, budaya, tradisi, hingga kuliner khas daerah juga merupakan bagian dari proses belajar.

“Bagi kami, literasi bukan hanya tentang membaca buku. Ada banyak hal di sekitar kita yang bisa menjadi sumber belajar. Salah satunya budaya dan kuliner lokal yang memiliki cerita dan identitas masyarakat di dalamnya,” ujarnya.

Gulai ikan hiu merupakan salah satu kuliner yang dikenal di wilayah pesisir Air Bangis. Dengan memperkenalkannya kepada tamu dan pegiat literasi dari luar daerah, TBM Olalaa ingin menunjukkan bahwa Pasaman Barat memiliki kekayaan lokal yang menarik untuk dikenali dan diceritakan.

Kegiatan Workshop Pembinaan Komunitas Literasi sendiri mempertemukan 20 komunitas literasi di Pasaman Barat. Selain menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas komunitas, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi TBM Olalaa untuk memperkenalkan potensi daerah melalui pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Bagi TBM Olalaa, buku hanyalah salah satu pintu masuk menuju pengetahuan. Dari sebuah buku, seseorang dapat mengenal dunia. Namun dari lingkungan sekitar, seseorang juga dapat belajar mengenal identitas, budaya, dan kekayaan daerahnya sendiri.

Melalui semangat “Baca, Tumbuh, Berdampak”, TBM Olalaa terus berupaya menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga membangun kecintaan terhadap budaya dan potensi lokal Pasaman Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *