TBM Pondok Buku Olalaa Terima Bantuan Pemerintah Komunitas Literasi Tahun 2026, Siap Perkuat Gerakan Literasi Berbasis Budaya di Pasaman Barat

Pasaman Barat – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pondok Buku Olalaa menerima Bantuan Pemerintah Komunitas Literasi (Banpem Komlit) Tahun 2026 dari Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat peran komunitas literasi sebagai penggerak budaya baca, tulis, dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.

TBM Pondok Buku Olalaa menjadi satu dari lima Komunitas Literasi di Provinsi Sumatera Barat yang berhasil memperoleh bantuan pemerintah tersebut pada tahun 2026. Capaian ini menjadi sebuah amanah sekaligus motivasi bagi TBM Pondok Buku Olalaa untuk terus menghadirkan program-program literasi yang berkualitas, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Pasaman Barat.

Sebagai langkah awal pelaksanaan program, kegiatan sosialisasi telah dimulai pada bulan Juli 2026 kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas literasi, hingga masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan rangkaian kegiatan sekaligus membangun kolaborasi dan dukungan lintas sektor agar pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas.

Rangkaian kegiatan utama Program Penguatan Literasi Berbasis Budaya dan Komunitas akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026, meliputi Lokakarya Menulis Puisi Berbasis Budaya Lokal Kabupaten Pasaman Barat, Pelatihan Mengulas Buku Cerita bagi Siswa Sekolah Dasar, serta Workshop Pembinaan Komunitas Literasi. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal melalui pendekatan partisipatif.

Program ini menargetkan 176 peserta penerima manfaat, yang terdiri atas siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), guru, serta masyarakat umum di Kabupaten Pasaman Barat. Melalui keterlibatan berbagai kelompok tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem literasi yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Founder TBM Pondok Buku Olalaa, Sumira Putri, S.Pd., menyampaikan bahwa bantuan pemerintah ini merupakan kepercayaan besar yang harus diwujudkan melalui program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap program ini mampu menggerakkan literasi dari tingkat akar rumput. Kehadiran taman bacaan masyarakat tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkarya, berkolaborasi, dan melestarikan budaya lokal. Semoga manfaat keberadaan TBM dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.

TBM Pondok Buku Olalaa juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program ini. Dukungan tersebut diharapkan datang dari unsur pemerintah, lembaga pendidikan, pegiat literasi, pengelola taman bacaan masyarakat, Forum TBM Pasaman Barat, Forum TBM Sumatera Barat, serta berbagai instansi dan mitra yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan budaya literasi.

Melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Program Penguatan Literasi Berbasis Budaya dan Komunitas Tahun 2026 diharapkan dapat berjalan dengan lancar serta menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan budaya baca, kemampuan literasi masyarakat, dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal di Kabupaten Pasaman Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *