Oleh: Hasan Achari Harahap (Ketua PW Forum TBM Sumbar)
Senin pagi, 25 Mei 2026, pesan demi pesan membanjiri grup WhatsApp Forum TBM Sumatera Barat. Ucapan selamat mengalir hangat kepada kawan-kawan pegiat literasi yang namanya tercantum dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 138/Banpem.BPPB/G/05/2026 tentang Penetapan Penerima Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Fasilitasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2026.
Sebanyak 110 komunitas literasi dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan tersebut. Di antara deretan nama komunitas yang terpilih, terdapat enam komunitas yang berasal dari Sumatera Barat, yakni Cadiak Rumah Baca Sijunjung, TBM Anugerah, TBM Pondok Buku Olalaa, Rumah Baca Habibah, Komunitas Seni Kuflet, dan PRB Kaniak. Dari enam komunitas tersebut, lima di antaranya merupakan anggota Forum TBM Sumatera Barat.

Kabar ini bukan sekadar pengumuman administratif, melainkan menjadi harapan bagi tumbuhnya ekosistem literasi di Ranah Minang. Fasilitasi bantuan pemerintah tersebut diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak aktivitas literasi di tengah masyarakat, mulai dari pelatihan, lokakarya, workshop, hingga seminar yang menyasar berbagai kelompok usia. Program-program itu bukan hanya membuka ruang belajar, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan, kreativitas, dan budaya literasi yang berkelanjutan.
Dalam tiga tahun terakhir, program bantuan pemerintah yang menyasar komunitas literasi terus berjalan secara konsisten. Tahun 2026 menjadi tahun ketiga pelaksanaan program tersebut. Setiap komunitas yang dinyatakan lolos memperoleh bantuan dana sebesar Rp50 juta untuk melaksanakan berbagai kegiatan literasi yang telah dirancang sebelumnya melalui proposal dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Khusus di Sumatera Barat, tercatat sebanyak 22 komunitas literasi telah berhasil mengakses bantuan pemerintah ini dalam rentang waktu 2024 hingga 2026. Pada tahun 2024 terdapat 13 komunitas penerima, kemudian pada tahun 2025 sebanyak 3 komunitas, dan pada tahun 2026 bertambah menjadi 6 komunitas. Dari total 22 komunitas tersebut, sebanyak 20 komunitas merupakan bagian dari keanggotaan Forum TBM Sumatera Barat.
Capaian ini menunjukkan bahwa gerakan literasi berbasis komunitas di Sumatera Barat terus tumbuh dan mendapat kepercayaan dari pemerintah. Di tengah berbagai keterbatasan yang kerap dihadapi komunitas literasi, mulai dari persoalan pendanaan hingga minimnya akses fasilitas, semangat para pegiat TBM tetap menyala untuk menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat. Bantuan pemerintah ini bukan hanya menjadi dukungan finansial, tetapi juga bentuk pengakuan atas kerja-kerja sunyi komunitas literasi dalam membangun budaya baca dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Forum TBM Sumatera Barat, sebagai salah satu organisasi penggerak literasi di Ranah Minang, turut mengapresiasi program bantuan pemerintah yang dilaksanakan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut. Kehadiran program ini dinilai mampu memperkuat daya hidup komunitas-komunitas literasi yang sebagian besar tergabung dalam Forum TBM Sumbar. Bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi stimulus kegiatan, tetapi juga mendorong komunitas untuk semakin aktif menghadirkan program-program literasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam rentang tiga tahun terakhir, setidaknya sekitar Rp1,1 miliar dana APBN telah masuk ke Sumatera Barat untuk mendukung berbagai kegiatan literasi. Angka tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan komunitas dan pemberdayaan masyarakat melalui gerakan literasi. Dana itu tidak hanya digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan literasi baca dan tulis, tetapi juga menjadi sarana membangun ruang-ruang belajar masyarakat, memperkuat kapasitas pegiat literasi, serta menumbuhkan budaya belajar yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar program bantuan, penyelenggaraan fasilitasi bagi komunitas literasi ini juga memberikan dampak terhadap penguatan organisasi Forum TBM Sumatera Barat. Dalam dua tahun pelaksanaannya, setidaknya telah dikukuhkan enam Pengurus Daerah (PD) Forum TBM di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Hal ini terjadi karena komunitas penerima bantuan pemerintah turut tergabung sebagai anggota Forum TBM, sehingga proses pengukuhan kepengurusan daerah dapat dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian program fasilitasi tersebut.
Pada tahun 2024, Pengurus Wilayah (PW) Forum TBM Sumatera Barat telah mengukuhkan PD Forum TBM Solok Selatan, PD Forum TBM Limapuluh Kota, PD Forum TBM Sawahlunto, dan PD Forum TBM Dharmasraya. Selanjutnya, pada tahun 2025, penguatan organisasi kembali berlanjut melalui pengukuhan PD Forum TBM Sijunjung dan PD Forum TBM Padang Pariaman. Kehadiran pengurus daerah ini menjadi penanda bahwa gerakan literasi di Sumatera Barat tidak hanya berkembang dalam bentuk kegiatan komunitas, tetapi juga mulai membangun jejaring organisasi yang lebih kuat, terstruktur, dan berkelanjutan hingga ke tingkat daerah.
Selamat kepada komunitas literasi yang lolos Banpem Komlit 2026.
Salam Literasi!

