Kamis 23 Oktober menjadi hari bersejarah bagi TBM Olalaa dan masyarakat Ujung Gading. Melalui pelatihan Konten Kreator bertajuk “Ujung Gading Go Digital ; Raih Cuan Dari Internet”, TBM Olalaa menunjukkan bahwa taman bacaan kini bukan hanya tempat membaca buku, meminjam buku, tetapi juga ruang belajar yang adaptif untuk masyarakat luas terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TBM Olalaa salah satu anggota Forum TBM di Pasbar, Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat, dan Komunitas Digital Marketing Pasaman Barat, serta mendapat dukungan penuh dari Bank Nagari Ujung Gading, Bank BPR Ujung Gading, Bunda Literasi Kecamatan Lembah Melintang dan berbagai donatur yang turut serta mendukung terlaksananya gerakan literasi digital di daerah. Kolaborasi in juga menjadi bukti bahwa literasi bisa tumbuh lebih kuat jika dikerjakan bersama, dengan semangat gotong royong dan tujuan yang sama yaitu memberdayakan masyarakat.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan – mahasiswa, pelaku UMKM, guru, pegawai negeri hingga ibu rumah tangga. Mereka belajar langsung dari narasumber kompeten yang sudah bersertifikat nasional dan berpengalaman tentang bagaimana cara menjadi konten kreator yang berpenghasilan, memahami strategi digital marketing, hingga praktik membuat konten yang menarik dan relevan dengan tren. Pelatihan berjalan satu hari di Aula Kantor Wali Nagari Ujung Gading. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir. Beberapa pertanyaan mereka lontarkan kepada narasumber untuk memenuhi rasa ingin tahu mereka lebih dalam tentang materi yang telah disampaikan. Hal ini menandakan betapa bessar minat masyarakat untuk belajar dan berkembang dalam dunia digital.
Melalui kegiatan ini, Tbm Olalaa ingin menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari keterampilan hidup di era modern saat ini. Literasi digital bukan sekedar kemampuan menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisa, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Dengan meningkatnya lietrasi digital, masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan seperti hoaks, penyalahgunaan data prbadi, hingga rendahnya produktivitas yang bernilai ekonomis di dunia maya.
Disamping ini, TBM Olalaa juga melihat bahwa masih banyak potensi masyarakat yang belum tergali di bidang digital. Banyak pelaku UMKM yang punya produk bagus tapi belum tahu cara memasarkan secara online, banyak remaja, mahasiswa, pekerja kantoran bahkan ibu rumah tangga yang aktif di sosial media, namun belum memahami bagaimana menjadikannya sebagai peluang karir. Dari sini, TBM Olalaa menggagas program peningkatan literasi digital masyarakaat yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan pelatihan, serta pendampingan yang berkelanjutan dengan berkolaborasi bersama komunitas terkait, forum pegiat literasi pasaman barat, serta menggandeng mitra sebagai pendukung untuk terlaksananya program tersebut.
Dengan program yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat, setiap kegiatan TBM akan memiliki arah dan dampak yang nyata – bukan sekedar seremonial, tapi benar-benar membantu masyarakat untuk naik kelas secara digital dan ekonomi.
Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi TBM Olalaa: untuk lebih luwes, percaya diri, dan berani melangkah. TBM Olalaa perlu lebih aktif menjalin komunikasi dan advokasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun komunitas yang ada di masyarakat, agar gerakan literasi semakin luas dan berkelanjutan. Karena sejatinya, literasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya satu lembaga saja.
Melalui Ujung Gading Go Digital, TBM Olalaa ingin menanamkan keyakinan bahwa setiap orang bisa menjadi bagian dari perubahan – belajar, beradaptasi, dan berdaya di era digital. Dan kolaborasi ini merupakan awal dari gerakan besar peningkatan literasi digital di masyarakat yang nanti diharapkan akan terus berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang tumbuh dengan kreatif, inovatif, dan melek digital.

